Keluarga saya

Saya hidup dengan Riri Satria biasa dipanggil Riri, seorang teman yang saya kenal waktu kami masih di SMA dulu. Dulu kami sekolah disekolah yang sama yaitu SMA Negeri 2 Padang. Nasib dan perjalanan hidup membawa pertemanan kami menjadi pertemanan hidup sampai sekarang Kami menikah tanggal 22 Desember 1995, lima tahun kemudian dua bocah lucu Muhammad Raihan Ekaputra (Abang) dan disusul tiga tahun berikutnya oleh Nadya Emirah Dwiputri (Adek) menyusul mengisi kehidupan kami. Sungguh anugerah yang tak ternilai.

Riri Satria, suami saya adalah seorang dosen pada program pasca sarjana di Magister Teknologi Informasi Universitas Indonesia (MTI-UI), Magister Akuntansi Fak Ekonomi Universitas Trisakti (Maksi-FE Trisakti), Magister Komputer Univ Budi Luhur (MKOM UBL), dan juga seorang Konsultan Manajemen. Suami saya benar-benar seorang dosen sejati. Dunia akademis memang adalah belahan jiwanya. Tak heran lagi kegiatan mengajar, menulis, membuat analisis, memberikan konsultasi dan memburu buku-buku terbaru benar-benar panggilan jiwanya. Riri benar-benar haus untuk ilmu apa saja. Riri mempunyai latar belakang pendidikan yang macam-macam. Hal ini menggambarkan besarnya tingkat “penasaran” untuk mencari sesuatu yang baru. SI dari Fakultas Ilmu Komputer UI, S2 Magister Manajemen di PPM, dan Sekarang sedang mengambil program S3 pada Program Doktor Manajemen Bisnis di IPB bidang manajemen SDM dan perilaku organisasi. Tak heran kalau ngobrol dengan teman alumni S1-nya. Riri adalah alumni Fakultas Ilmu Komputer jurusan manajemen SDM…….he…..he…..

Kalau mengenai bacaan, jangan ditanya lagi, variasi bacaan banyak sekali. Mungkin ini yang menyebabkan kalau dia ini memberikan ulasan tentang sesuatu cakupan ulasan sangat luas, bacaannya banyak sih….. Analisis strategik management mulai dari strategi perusahaan hi-tech sampai peta persaingan penyanyi dangdut. ha….ha….Tak heran sebuah blog Kutu Buku memasukkan suami saya termasuk orang yang kutu buku berdasarkan entri keragaman tulisannya. Dan akibat sampingan dari bukunya yang se-abreg itu……harusnya sih saya sudah buka bisnis sampingan buku perpustakaan untuk umum barangkali……..atau kalo mau kerennya jaman sekarang bikin kafe yang nyewain buku bacaan yang berat-berat gitu……laku ga ya??

Abang Raihan sekarang adalah siswa kelas 2 (7 tahun) di SD Al-Jannah Islamic Full Day School di kawasan Cibubur. Sedangkan Adek Nadya juga disekolah yang sama tetapi dikelas TK A

Abang anak yang unik, sering sibuk sendiri mengutak-atik mainannya. Bisa lupa dan cuek dengan orang sekelilingnya jika ketemu mainan atau sesuatu yang disukai. Dalam periode pertumbuhan Abang Raihan, ada yang menarik untuk diamati.

Mulai umur dua tahunan Abang Raihan sangat terobsesi dengan benda yang bernama “Handphone” Saat itu dia selalu punya koleksi handphone mainan yang sesuai dengan handphone terbaru. Handphonenya selalu dibawa kemana saja layaknya orang dewasa perlu handphone. Dan dia hafal merek-merek handphone dengan segala tipenya.

Masuk ke usia 3 tahun, menjelang 4 tetap masih selalu pakai handphone tetapi tambah obsesi baru yaitu pesawat. Segala macam pesawat dikoleksi. Mulai dari pesawat penumpang sampai berbagai jenis pesawat tempur. Koleksinya berikut ditambah dengan majalah Angkasa dan berbagai CD. Raihan juga hafal betul dengan tipe-tipe pesawat dengan detil. Raihan pun mulai menyatakan cita-citanya mau jadi pilot. Dan kalau ditanya cita-citanya masih konsisten sampai sekarang, mau jadi pilot.

Sekarang mainan baru yang digandrungi adalah tokoh Cars, bermacam-macam tokoh mobil dari Disney Pixar. Favoritnya adalah Lightning McQueen. Dan dia juga hafal dengan tokoh-tokoh yang ada. Dan sekarang mulai suka melihat balap mobil, membongar-bongkar mainan mobil. Hobi Raihan yang baru sekarang adalah main musik. Sekarang lagi senang-senangnya nge-drum, dan berlatih taekwondo. Maklumlah anak laki-laki.

Nadya si Adek adalah gadis cantik yang pintar, pemberani dan cerewet. Sejak bayi sudah sering jadi juara. Mulai dari juara bayi sehat, lomba busana sampai lomba puzzle. Sebagai anak perempuan Nadya senang dengan pekerjaan berbenah, senang dilibatkan dengan acara memasak, senang nonton film (termasuk nonton di bioskop) dan senang berdandan. Hobinya yang baru sekarang adalah menari, minta di les kan balet. Nadya juga sangat pintar menirukan apa saja, termasuk cara ngomong dan cara Mamanya marah. Seperti layaknya anak perempuan Nadya sangat senang dengan boneka barbie.