Balanced Scorecard
April 14, 2008
Konsep BSC ditemukan oleh Kaplan dan Norton pada tahun 1992, yang dilatar belakangi oleh pemikiran bahwa kualitas strategi organisasi sangat menentukan keberhasilan organisasi. Strategi organisasi yang berkualitas dalam hal ini adalah strategi yang dapat dieksekusi. Survey Kaplan dan Norton pada perusahaan di Amerika menunjukan bahwa hanya 10% dari perusahaan di AS yang dapat mengeksekusi rencana dengan baik. Ada beberapa hambatan menyebabkan tidak tercapainya sasaran strategi diantaranya rendahnya pemahaman karyawan akan strategi karena kurang sosialisasi (sistem insentif yang tidak memotivasi (people barier), kurangnya waktu yang dicurahkan manajemen untuk membicarakan masalah strategi (management barier), dan tidak terkaitnya alokasi anggaran dengan strategi yang sudah dibuat.
BSC didefinisikan sebagai suatu alat penilaian kinerja yang dapat membantu organisasi menerjemahkan visi dan strategi kedalam aksi dengan memanfaatkan sekumpulan indikator keuangan dan non-keuangan yang semuanya terjalin dalam hubungan sebab akibat. Scorecard dapat diartikan sebagai “kartu nilai” terhadap hasil pencapaian kinerja perusahaan. BSC adalah salah satu metode perencanaan strategi yang memiliki kelebihan-kelebihan dibandingkan metode lain di antaranya 1) BSC berfungsi sebagai alat komunikasi diantara stakeholders oraganisasi. Para stakeholders dapat melakukan review terhadap strategi dan pencapaian, sehingga dapat mengatasi masalaah vision barier. 2) BSC memungkinkan organisasi memetakan semua faktor utama dalam organisasi baik yang bersifat tangible maupun intangible 3) BSC memungkinkan organisasi mengaitkan strategi yang dibangun dengan dengan proses pelaksanaannya, dan proses pelaksanaan dapat dipantau tingkat pencapaiannya dengan menggunakan Key Performance Indicator / KPI. Hal ini dapat mengatasi people dan management barier. 4) BSC memiliki konsep sebab akibat sehingga pelaku strategi mendapat gambaran yang jelas bahwa bila strategi yang berada dalam tanggung jawab mereka dapat tercapai dengan sukses. Hal ini memperkuat kerjasama dan mengatasi people dan manajemen barier. 5) BSC membantu proses penyusunan anggaran, karena dari BSC dapat diketahui kegiatan apa saja yang akan dilakukan organisasi untuk mencapai target-targetnya dari kegiatan sehari-hari sampai proyek-proyek khusus. Hal ini dapat mengatasi resource dan management barrier.
Ada 4 perpektif cara pandang dalam BSC yaitu: Perspektif Keuangan (masa lalu), Perspektif Pelanggan (saat ini) , Perspektif Proses Bisnis Internal (saat ini) dan Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan (masa datang). Keempat perspektif ini dapat dipandang sebagai hubungan sebab akibat . Sasaran strategis Keuangan dapat dicapai jika sasaran strategis Pelanggan tercapai, hal ini dapat dicapai jika tercapai sasaran Bisnis Proses Internal, sedangkan sasaran Bisnis Proses Internal dapat dicapai dan ditingkatkan melalu pencapaian sasaran strategis Pembelajaran dan Pertumbuhan. Sasaran strategis dari 4 perspektif dapat digambarkan sebagai berikut. (Strategy Map untuk Toko XYZ) Gambar strategi yang saling terkait ini disebut juga dengan pemetaan strategi (Strategy Map).
Pencapaian eksekusi strategi perlu menetapkan ukuran (KPI) untuk setiap sasaran strategis, penetapan target dan menghitung hasil pencapaian aktual. Selanjutnya tentukan bobot (weight) setiap sasaran dan terakhir hitunglah score dari masing-masing persepktif. Seperti tabel berikut:
|
Sasaran |
Ukuran/KPI |
Target |
Aktual |
|
Perspektif Keuangan - Profit yang meningkat |
ROI |
15% |
|
|
Perspektif Pelanggan -Pelanggan yang setia |
Indeks Kepuasan Pelanggan |
4 (Skala 1-5) |
|
|
Perspektif Proses Bisnis Internal -Produk berkualitas -Meningkatkan keahlian dan perilaku karyawan |
-Jumlah produk kembali karena rusak. -Nilai kuesioner kualityanan bulanan. |
- 0 (Tdk ada brg kembali) - 0 (tdk ada komplain) |
|
|
P. Pembelajaran Pertumbuhan. Pelayanan yang ramah dan menguasai produk |
Indeks kompetensi karyawan |
4 (skala 1-5) |
|
Selanjutnya peta strategi ini perlu diturunkan dan diselaraskan dengan sampai tingkat divisi menjadi lebih detil, bahkan sampai ketingkat individu agar dapat dilaksanakan oleh semua pihak yang terkait dalam organisasi. Proses penurunan dan penyelarasan ini disebut juga dengan “cascading”. Cascading dimaksudkan untuk membagi tanggung jawab dimana setiap devisi dibagi tanggung jawab atas sejumlah strategi yang ada. Pembagian tanggung jawab disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi dari divisi bersangkutan. Jadi pada dasarnya perlu dibuat Strategic Map untuk kegiatan inti perusahaan dan kemudian diturunkan kepada kegiatan pendukung (support) perusahaan.
Entry Filed under: Balanced Scorecard. .
21 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


1.
ciska | April 24, 2008 at 9:10 am
Selamat pagi ibu…sy mahasiswa yg sedang menyusun skripsi ttg BSC tetapi implementasi pd pemerintahan daerah (dinas pendapatan daerah). Tentunya peta strategi yg dibuat berbeda dg BSC pd orgnsasi bisnis kn?apa saja yg perlu sy perhatikn..mungkin ibu bisa memberikan masukan atau gambaran bagi saya…terima kasih
2.
idrianita | April 25, 2008 at 7:17 pm
Ciska,
Balance Scorecard pada prinsipnya memandang kinerja dari 4 perspektif tersebut. Jika diterapkan pada organisasi pemerintah atau oarganisasi non profit, tetap dari perspektif tersebut, hanya saja tentunya urutannya (parioritasnya) tidak seperti pada bisnis berorientasi profit. Perspektif keuangan pada bisnis ada pada urutan paling atas. Pada organisai pemerintah atau non-profit Perspektif ini bisa berada paling bawah, Perspekstif Customer justru paling atas, karena organisasi pemerintah adalah lembaga layanan publik. Jika dilihat dari keterkaitan sebab akibat bisa menjadi urutan berikut:
P.Financial (Peningkatan budget/ donasi) –>Employee Learning n Growth ( Meningkatkan pelatihan, keahlian) –> Internal Process (Mengembangkan kinerja yang inovatif)—> Customer (Menyediakan layanan masyarakat yg memuaskan).
Jadi strategy map digambarkan menurut hub. sebab akibat seperti itu. Tentukan KPI berdasarkan perspektif masing-masing. Referensi lebih lanjut (Balanced Scorecard for Goverment n Non-profit Organization by Paul R. Niven)
3.
eka | April 28, 2008 at 10:42 am
Ass. wr.wb. Bu Indrianita,
saya mahasiswa yg sedang skripsi. tema saya adalah pengukuran kinerja dengan BSC pada kantor cabang BNI. saya mohon penjelasan dari ibu, sebenarnya bagaimana keseimbangan hasil akhir yang ingin dicapai dari bsc. masukan ketika saya sidang outline adalah sebaiknya saya menggunakan 100% konsep BSC Kaplan dan Norton. maksudnya seperti apa ya bu konsep tersebut untuk organisasi bank ? terima kasih
4.
Rohmani | Mei 4, 2008 at 6:43 pm
Saya sedang menyelesaikan Tesis tentang Analisis Kinerja Sebuah RS berstatus BLU, saya masih ragu untuk ukuran Proses Bisnis Internal bagaimana ukurannya, apakah ada ukuran yang pasti dari mana pengukurannya, apakah dari kuesioner, (mengukur Proses Inovasi, operasi, ) apakah bisa saya pakai ukuran BTO, AVlos,dll terima kasih
5.
kyubi | Mei 19, 2008 at 9:26 am
assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
saya mau tanya. bagaimana caranya menetapkan bobot penilaian untuk setiap perspektif? apakah ada standar bakunya? ,misalkan untuk perspektif keuangan harus 40%…. jika tidak ada standar bakunya, penentuannya harus didasarkan pada apa?
6.
reni | Mei 20, 2008 at 4:22 pm
bu, saya mau bertanya. apa data-data yang dibutuhkan untuk mencari indeks kepuasan pelanggan, kecepatan layanan pelanggan dan customer retention
7.
idrianita | Mei 20, 2008 at 9:57 pm
Eka, Rohmani n Kyubi,
Pembobotan Perspekstif dalam BSC ditentukan terlebih dahulu melalui analisis SWOT (Strenght, Weaknesses, Opportunity and Treath). Dari analisis SWOT dapat diturunkan posisi perusahaan saat ini berada di mana? Apakah kondisi pengembangan / pertumbuhan, kondisi bertahan, pengurangan kegiatan, atau kondisi harus melakukan diversifikasi.
Bobot ditentukan berdasarkan konsensus bersama antara jajaran manajemen dan ahli terkait dan difasilitasi oleh konsultan yang disupport dari analisis SWOT tersebut.
Selanjutnya dari setiap perspektif tentunya akan ada beberapa subfaktor yang ingin dicapai, ini juga ditentukan kontribusinya sesuai kondisi. Perlu juga selanjutnya ditentukan “rating” pencapaian masing-masing sub faktor sehingga dapat dihitung angka kenirja setiap perspektif yang dihitung. Hasil hitungan ini yang di sebut dengan raport perusahaan tersebut. Selanjutnya dapat dibandingkan dengan target, apakah masih jauh? lakukan strategic inisiatif yang terkait.
Reni,
Coba cari tahu lewat buku marketing, atau coba cari lewat SWA online.
8.
aNdRa | Mei 28, 2008 at 1:17 pm
Kok serasa dejavu ke kuliahannya pak RS ya… ibu ada hubungan apa sama pak RS…hihihi… just kidding bu..makasih artikelnya…
*mana cerita dua buah hatinya*…ditunggu lho.
9.
fajrigraf | Juni 26, 2008 at 10:58 pm
wah udah lama ga kesini, ternyata BSC udah dibahas aja..
buat mahasiswa yang cari info lebih detil itu tuh beli buku yang. warna biru emas (katanya sih bestseller) karangannya saya lupa..
mungkin ibu lebih tau
Rp. 60.000 kalo ga salah plus VCD
kemaren baru beli bermanfaat juga buat bikin artikel
hehehe…
10.
ASTI | September 8, 2008 at 9:29 am
salam kenal bu.
Ibu saya lagi cari judul skripsi dan sedang mencari yang bagaimana yang baik saya angkat di skrisi saya nantinya. saya melihat penerapan balanced scorecard dan saya tertarik untuk mengambilnya sebagai judul didalam penerapannya di PT Semen Tonasa tempat KKLP saya. tapi saya masih baru dengan BSC ini.apakah ibu bisa membantu saya?karena nama BSC saja baru saya dengar sekarang dan saya tertarik karena menggunakan rasio-rasio keuangan didalam penerapannya. semoga ibu dapat membimbing saya.
11.
vIVa | September 11, 2008 at 9:33 am
bu, saya Viva…
mhasiswa yang sedang mengajukanskripsi..
rencananya siy saya ingin ambil topik BSC pada KPP (Kantor Pelayanan Pajak).. apakah maping strategi jg sama dengan dispenda yg ibu jwb di ats??
trz, apa BSCnya diliat dr 4 prespektif juga bu?
terimakasih..
12.
aNggie | September 12, 2008 at 7:05 pm
bu saya mahasiswa sedang mengajukan skripsi tentang bsc pada rumah sakit.saya ingin tanya perspekti proses bisnis internal pd rs itu apa saja bu
terimakasih
13.
astu | Nopember 3, 2008 at 7:09 pm
bu saya boleh bertanya mengenai perusahaan mana saja yang sudah menerapkan BSC di Indonesia? kebetulan saya mengangkat masalah BSC dalam skripsi saya di UNPAD.
boleh minta petunjuk bu?
terima kasih
14.
azizah fauziah | Desember 10, 2008 at 9:48 am
ass wr. wb
Bu, saya mw tanya. Judul skripsi saya BSC pd perusahaan kontraktor. Saya bingung tentang quisioner yg saya mw ajukan ke perusahaan tersebut. Untuk quisioner pelanggan yang pantas ky gmn ya bu? sedangkan perusahaan ini pelanggannya berbentuk perusahaan juga,sebaiknya saya mengajukan quisioner kpd siapa?
Terimakasih bu Anis ^_^
15.
citra | Desember 21, 2008 at 3:27 pm
Bu, saya boleh minta contoh panduan pembuatan BSC?
tks
16.
cimboel | Desember 24, 2008 at 11:34 am
bagaimana dgn penetpan target masing-masing KPI dalam BSC?
tks.
17.
zalwa | Januari 3, 2009 at 3:51 pm
saya binggung saya mau ambil skripsi tetang BSC tetapi buku referensinya kurang lengkap termasuk buku kaplan….karena didaerah saya ini sangat ndeso….
trus…. saya mau tanya analissisnya gimana ya….
18.
yayah | Januari 14, 2009 at 4:05 pm
sampurasun…..
ada yang tau bagaimana cara bikin program kerja anggaran menggunakan BSC ga?terutama mengenai perspektif keuangan…apa saja yang harus dipaparkan dalam program kerja perspektif keuangan?
bagi yang tau jawabanya..tolong bantu saya ya…email saya ya2h_99@yahoo.com
19.
uliy | Maret 19, 2009 at 3:50 pm
assalamu alaikum bu, sy seorg mahasiswi ingin menyusun skripsi mengenai BSC pada sebuah rumah sakit. kranya ibu bisa merekomendasikan judul untuk sy
tolong bu, terima kasih…
20.
Endi | Mei 5, 2009 at 1:00 am
Assalamu’alaikum Ibu,
Saya mahasiswa jurusan akuntansi yang hendak mengajukan skripsi. Ada hal yang ingin saya tanyakan, tapi mungkin tidak dipampang pada comment ini. Bisa tidak saya mengetahui alamat email Ibu? Maksudnya supaya saya bertanya via email saja.
Terima kasih Bu.
Endi
21.
Gerilyansyah Basrindu | Mei 14, 2009 at 7:48 pm
Assalamu’alikum Bu,
Saya staf pengajar pada Prodi Administrasi Bisnis di STIA Banjarmasin. Sekarang sedang mengambil PhD pada College of Business pada Universiti Utara Malaysia dengan topik Disertasi mengenai Manajemen Kinerja & Balanced Scorecard.
Saya membutuhkan Perusahaan di Indonesia/ Jakarta yang sudah mengimplementasikan BSC untuk menjadi objek kajian. Mungkin Ibu dapat membantu mengarahkan.
Terimakasih, Wassalam H. Gerilyansyah