Beli tunai atau kredit bunga nol %?
Maret 3, 2008
Saya rasa beberapa dari anda pemegang kartu kredit sering mendapatkan tawaran pembelian secara kredit dengan bunga nol % apakah anda percaya? Baru saja saya dapat tawaran yang mengatakan bahwa saya adalah seorang customer terpilih untuk dapat memiliki kartu tambahan khusus digunakan untuk membeli sesuatu dengan cicilan dan bebas biaya. Seolah-olah penelepon berharap saya akan merasa tersanjung begitu dikatakan sebagai customer terpilih. Sebaliknya saya bilang saya tersinggung dengan tawaran tersebut, karena saya tidak pernah membeli sesuatu yang dicicil dengan kartu kredit, dan juga tidak pernah mencicil pembayaran kartu kredit. Tetapi memang tidak salah sang penelpon berharap demikian karena banyak pemegang kartu kredit merasa tersanjung disapa demikian, dan tergoda untuk membeli sesuatu secara kredit dengan alasan bunga nol %. Masuk akalkah? Mungkinkah toko bersedia rugi asal barang terjual, atau bank bersedia tidak mendapat untung? Rasanya keduanya sama-sama tidak mungkin.
Dengan logika keuangan sederhana kita dapat menghitung, syarat sebuah mata uang dapat memberikan bunga 0% adalah jika tingkat inflasi 0% . Dalam kuliah ekonomi Fisher mengatakan bunga nominal mestinya sebesar tingkat inflasi ditambah tingkat bunga riil. Kita tahu tingkat inflasi Indonesia sekitar 6%, sehingga logisnya tingkat bunga pinjaman adalah di atas 6% per tahun. Sehingga jika ada pihak pemberi pinjaman yang memberikan bunga dibawah 6% maka dipastikan akan terjadi penurunan nilai ril uang, walaupun nilai nominalnya naik. Apa sebaiknya yang anda lakukan jika mendapatkan tawaran ini?
Teknik penawaran produk berbunga 0% terletak pada harga yang dicantumkan. Harga sudah memasukkan unsur bunga. Oleh karena itu sebelum memutuskan membeli cari tahulah harga produk jika dibeli dengan harga tunai, apakah ada selisih harga yang biasa disebut diskon, bonus atau apapun itu. Apakah menetapkan harga termasuk bunga termasuk penipuan? Sepertinya tidak begitu juga. Hal ini lazim digunakan. Pada penjualan properti atau rumah cara ini sering dipakai, yang mana ditawarkan juga pembayaran dengan soft cash dan hard cash. Sehingga sering juga kita dengar istilah diskon tunai.
Bagaimana jika kita tidak menemukan toko yang menjual dengan harga lebih murah? berarti ini memang benar-benar 0%, tetapi perlu dicatat kondisi ini jarang terjadi secara normal. Bisa terjadi karena penjual akan segera menghabiskan stock karena akan datang barang dengan teknologi baru, tetapi tidak mau menurunkan harga demi mempertahankan citra produk, atau jika tidak ada pergantian produk baru, tetapi bunga nol persen diberikan boleh dipercaya bahwa ini memang kredit dengan bunga nol % yang menguntungkan konsumen, tetapi seharusnya jumlah barang yang ditawarkan dengan cara ini pasti dibatasi. Periksalah sebelum membeli.
Entry Filed under: Keuangan Keluarga. .
2 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

1.
Harry TY Achsan | Maret 30, 2008 at 12:13 pm
mbak Iid, saya teman MTI’96 ada perlu cukup penting dengan mas Riri. Boleh minta nomor telponnya?
salam,
Harry TY Achsan
2.
novi | Juni 5, 2008 at 8:25 pm
cerdasssssssssssss