Berjodoh Lewat Internet? Mengapa Tidak?
Agustus 29, 2007
Rasanya sejak pertengahan Juli hingga akhir Agustus ini adalah hari-hari yang benar-benar melelahkan. Aktivitas rutin diwaktu tersebut memang sangat menyita energi dibanding hari lain.Kesibukan yang sama juga terjadi pada Januari dan Februari. Waktu tersebut adalah akhir semester dan awal dimulainya semester baru. Pada waktu tersebutlah saya harus mengajar semester perbaikan, menguji sidang sarjana dan pembuatan jadwal penggunaan laboratorium komputer, merekrut asisten dosen yang baru. Sebenarnya ini kegiatan biasa, hanya kalau di Usakti kita bicara jumlah mahasiswa yang jumlahnya sangat besar lumayan bikin pusing kepala. Disela-sela itu saya mendengar kabar gembira dari seorang teman nun jauh di Amerika sana telah menemukan jodohnya dan akan menikah dalam bulan Agustus ini. Saya gembira dan sekaligus takjub mendengar pengalaman perkenalan mereka, yang tidak butuh waktu lama untuk memutuskan untuk menikah. Teman saya ini penuh dengan cerita kegagalan dalam menemukan pasangan beberapa kali dan pencariannya berakhir sudah lewat perkenalan di internet lewat situs pencari jodoh, ketemu beberapa kali langsung cocok dan menikah dengan seorang WNA disana.

Pernikahan lewat perkenalan di internet juga di alami oleh salah satu keponakan perempuan saya tahun 2000. Waktu itu katanya sih katanya punya pacar tapi di Canada. Kita semua tidak mau percaya. Pas dikenalin wah rupanya benar pacarnya adalah adik salah seorang teman saya yang memang sedang sekolah di Canada (it’s so small world). Saat pulang dan berkenalan waktu itu langsung ngajak nikah dan mau diboyong ke Canada, namun karena belum siap akhirnya ditunda. Tapi mereka jadi nikah juga 1,5 tahun setelah itu akhirnya menikah juga dan menjadi happy family.
Saya juga mengikuti perkembangan seorang teman yang mencari teman hidup di internet. Beberapa kali kopdar dengan orang asing dan orang Indonesia. Dia ngaku sedikit dag dig dug untuk ketemuan langsung. Takut orangnya bohong, dsbnya, Saya sarankan, kalau ketemuan harus ditempat umum, kalau perlu saya mengamati dari jauh…..he…he… (kayak bodyguard saja
). Beberapa kali kopdarnya sukses….hanya memang belum berjodoh. Karena keputusan berjodoh atau tidak memang bisa dirasakan sendiri oleh yang bersangkutan. Beberapa kali sudah mau jadian dengan orang asing. Tetapi kendala dari keluarga terutama orang tua masih agak berat menerima perkawinan antar bangsa melalui media ini. Akhirnya ya masih mengusahakan agar dapat orang Indonesia. Menurut teman saya tersebut, dari orang-orang yang pernah dikenalnya melalui internet, orang asing memang bersikap lebih open dan jelas dalam mengungkapkan niatnya, dibanding orang Indonesia. Apakah ini subjektif?…..ga tau juga tuh
Penggunaan internet untuk mencari teman memang sudah menjadi bagian dari sosial budaya jaman sekarang. Yang serius mencari jodoh akan lebih baik berkenalan melalui situs pencari jodoh yang sudah ramai jaman sekarang. Karena disana akan ada komunitas khusus dengan tujuan yang sama. Internet sepertinya dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk mencari pasangan hidup. Percaya tidak percaya, sudah banyak contoh sukses dari sini. Internet boleh dikata sebagai ajang perjodohan moderen.
Kalau difikir-fikir kesibukan bekerja para lajang di zaman ini membuat mereka terkungkung dalam satu gedung tempat mereka bekerja, kurang sosialisasi, kurang waktu untuk bertemu dengan orang lain, keterbatasan lingkup pergaulan. Internet dapat menutupi semua kekurangan tersebut. Tentunya ada yang setuju dan ada yang tidak setuju dengan cara ini. Tentunya dengan alasan masing-masing. Alasan yang paling mendasar umumnya tentu masalah kejelasan asal usul pasangan yang dicari. Takut ketipu, ntar cerai dan sebagainya. Ya… semua tentu kembali kepada seberapa jauh anda berani menanggung resiko. Soal resiko sih perkawinan secara tradisonalpun juga penuh resiko bukan? Yang pasti sebelum bikin keputusan sudah tentu dong dengan bermacam pertimbangan, agar selalu siap dengan segala kemungkinan.
Teman-temanku atau adik-adiku yang masih lajang boleh di coba tuh nyari teman di dunia maya…..anda berani?
Entry Filed under: Selingan. .
48 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

1.
osinaga | Agustus 30, 2007 at 8:21 am
posting yg menarik bu Iid, jadi ingat teman sekantor saya dulu ketemu jodoh/istri lewat chatting di internet. dua-duanya kerja di jakarta dan setelah ditelusuri ternyata keduanya berasal dari daerah yang sama di jawa tengah sono (saya lupa nama kotanya)… jauh2 merantau ke jakarta ketemu lewat chatting juga .. he.he.
ps. bu Iid, saya coba comment di blog nya uda Riri kok ga bisa ya?
2.
k* tutur | Agustus 30, 2007 at 5:07 pm
penghulu, penganten dan saksi2nya online, gitu ya
3.
edratna | Agustus 30, 2007 at 5:20 pm
Semoga mereka berbahagia. Sepanjang sama-sama jujur, terbuka, saya kira ketemu jodoh via internet bukan masalah.
Tapi menikahnya tetep ketemu kan? Nggak pake internet?
4.
Retna Ariastuti | September 2, 2007 at 11:49 am
Hallo CiId…. apa kabar, ini dari Tuti…
mau ikutan share juga tentang jodoh lewat internet. Mungkin cerita yang agak menakjubkan.Temenku yang suka chatting, juga ketemu jodoh lewat chatting. Setelah kopdar, ternyata baru ketauan mereka dulu pernah sekelas waktu di SMP di Malang… Yang serunya lagi kopdarnya di Amerika…. Jodoh takkan lari kemana…
5.
idrianita | September 2, 2007 at 4:17 pm
Osinaga,
Cerita perjodohan lewat internet memang bikin “takjub”, dan ini benaran “real”. bravo.
Comment di blog Uda Riri beberapa kali sempat susah? kayaknya mungkin karena lupa ketik “anti-spam word” barangkali.
Dicoba lagi deh pasti bisa.
6.
idrianita | September 2, 2007 at 4:28 pm
Kang Tutur
Kenalan dan dating/chatingnya saja di internet. Ketemuan sekali dua kali ……keputusan menikah dah mantap. hebat kan
Bu Enny,
Pas nikahnya kedua mempelai ketemu kok. Tapi saya takjub sekali dengan teman saya yang di Amrik itu. Keputusan sangat cepat. Ortu tidak bisa hadir. Nikah dengan orang asing. Saksi dari keluarga mempelai pria dan beberapa teman dari teman saya. sementara wali nikahnya (Papa-nya) menikahkan via telepon dari Indonesia.
7.
idrianita | September 2, 2007 at 4:35 pm
Hi Tuti,
Wah ….perasaan dah lama gw tidak mendengar panggilan “Ciid”.
jadi kangen nih dengan ‘preman’ SMA 2 Padang
Seru memang ya dengerin pengalaman cinta orang-orang lewat internet. Jangan-jangan kalo kita masih single……kayaknya kita termasuk orang yang nyoba juga kali ya Tut….he….he…;)
Kapan jadinya mo pulang nih……biar di antar ‘raun’
8.
aNdRa | September 4, 2007 at 2:15 pm
Waduh saya takut mencoba Bu… mungkin karena menurut saya, orang lebih mudah memberikan identitas/data palsu di dunia maya. Tapi yah subjektif, mungkin ada benarnya juga bila orang luar negeri itu lebih terbuka dan jujur mengungkap data dirinya. Menikah lintas-bangsa juga masih belum diaminkan oleh ortu saya… Hehehe… ada ’stok’ jomblo nggak bu?
9.
Retna Ariastuti | September 5, 2007 at 3:12 am
Ciid,…. kalo kita masih single..????,…. hmmmm….. imaginasinya menarik juga…
hehe…. nanti kalau udah mau pulang dikasih tau….
siap-siap nabung ya….
raun-raun kemana?
10.
wedulgembez | September 6, 2007 at 8:49 am
wah gue kok belum ketemu jodoh lewat internet ya?. bis bantu gue gak mbak?….hehehe
11.
wedulgembez | September 6, 2007 at 8:49 am
wah gue kok belum ketemu jodoh lewat internet ya?. bisa bantu gue gak mbak?….hehehe
12.
idrianita | September 6, 2007 at 10:02 am
Mbak Andra,
Sebenarnya ini bagian dari usaha kok, jadinya dengan siapa kita juga tidak pernah tahu. Tapi yang namanya perjodohan kadang2 “benar-benar amazing”. Yang terjadi bahkan sebaliknya dari yang kita fikir. Tadinya mikir akan ketemu orang asing yang ga dikenal, ga tahunya justru ketemu orang sekampung yang telah lama menghilang.
Stok jomblo……ga punya /belum punya Mba……
Ntar kalo ada saya kasih e-mailnya deh biar chating sendiri.
Tuti,
Ditunggu ya.
Maunya kemana? Kalau jalan kita berdua saja asalkan masih dalam Jakarta masih OK lah. Ke Monas, Dufan (Ancol), Belanja ke Mangga Dua dll, asal masih dalam Jakarta ndak masalah, atau paling jauh Taman Safari masih di pertimbangkan. Aku masih kuatlah jadi supir sekitar itu. Kalau lebih jauh dari itu perlu izin khusus dari Boss, atau si Boss kita ajak sekalian saja
Gembez,
Mau di bantu apa nih? Dicari-in jodoh? Ha….ha…..(to the point amat ya). Saya belum terbayang berprofesi sebagai ‘mat jomblang’ secara khusus. Tapi sambil jalan kalau ada yang bisa ‘di jomblangin’ selagi yang bersangkutan tidak keberatan ya….boleh lah.
13.
Keyzee | September 19, 2007 at 4:18 pm
Mbk sebenarnya dalam dunia nyata saya sudah mempunyai pacar,tp yaa mungkn belom waktunya,jd dia pamit dari dunia ini karena ada yg mengambil nafasnya jd dia terbang entah kemana?:-)
aku sich mendambakn cewek yg manis,tidak lupa sama Allah,klo aku jadian sama dia,pertama2 sosialisasi sama ortunya & bisa care akn lbh baik dan sangat sayang..yg penting bisa diajak kondangan..he2x..he,eemh,kalo ktemu tipe cewek diatas,khbrin aku lewat emailku ya mbk,thx
14.
Idrianita | September 24, 2007 at 12:07 am
Keyzee,
Boleh deh…ntar kalo ketemu……tapi ndak janji lho….
15.
sigit | September 25, 2007 at 4:41 pm
jodoh itu tuhan yang atur tapi klo udah ketemu yang cocok kenapa tidak.Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.dah ah capek?bagi yang udah siap merried langsung aja.pasukan kabur????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????
16.
echa | September 25, 2007 at 8:55 pm
ass…
bu Iid…saya ngefans deh sama ibu. hehe..
abiz blog nya penuh warna…!! salute to you.
soal tulisan “berjodoh lewat internet” ni, Hmmm…menarik juga. Aplg buat saya yang masi jomblo, kata temen saya sie,,,saya terlalu pemilih, padahal, enggak juga, mgkn blum ada yang “nyangkut” di hati aja ya…
kalo nyari jodoh lewat internet…
hmmmm… ?
segalanya mungkin bagi ALLAH.
17.
Liana | Oktober 2, 2007 at 6:08 pm
waaaa…ceritanya kayak pengalaman saya..deh..:-p..
18.
S. Ahmad | Oktober 3, 2007 at 9:52 pm
Assalaamu’alaikum…
Kalo boleh ikutan ngobrol ya…
ini ttg pengalaman pribadi kami (saya ma istri)
Kami tms salah satu yang dijodohkan Tuhan liwat yahoo messenger. Sungguh, selain syukur saya juga jadi bener2 takjub atas kuasa-Nya. Padahal, pertama kali chat tidak pernah menyangka dia (istri saya) adalah paket cinta yg dikurniakan Tuhan utk jadi jodoh saya, soalnya kita samasekali belum kenal, bahkan waktu itu dia menjadi tempat saya curhat, menumpahkan segala cerita gembira karena saya “jadian” dan bahkan sepakat menikah dengan seorang gadis yg masih family. Eh, namanya jodoh, siapa sangka?? Tiba-tiba saja gadis itu berubah pikiran membatalkan kesepakatan tanpa sebab yg saya mengerti. Akhirnya, kemudian justru teman chat itu yang sekarang jadi istri saya, padahal dia adl kandidat terakhir dari 4 kandidat yg ada he he he…
Kami pertama bertemu di dunia maya tgl 18 Agustus 2006. Copy darat perdana Rabu, awal Ramadhan 1427H. Ketemuan 4x, pertemuan ke 5 udah dalam acara lamaran (10 Nov 2006. Dan pertemuan ke 10 sudah dalam ijab-qobul (26 Nov 2007).
Alhamdulillaah, insyaallah tgl 3 Nov 2007 nanti anak pertama kami akan lahir.
Pada semua yg membaca comment saya, doakan kami ya…, agar anak kami lahir sehat, juga agar kasih-sayang di antara kami tetap terjaga, dan agar Tuhan senantiasa membimbing kami dalam menggapai keluarga yg barakah.
Wassalaamu’alaikum…
19.
idrianita | Oktober 4, 2007 at 9:40 am
Dear all, thank atas commentnya
Sigit,
Sepertinya pernah punya pengalaman jelek karena pertemanan di internet???????????
Echa,
Yang namanya usaha nyari jodoh itu harus, belum ketemu masalah lain…….kudu sabar ya….:)
Liana,
Salam kenal juga, sharing juga dong pengalamannya biar yang masih pada jomblo ga takut kenal orang lewat internet
Saya juga mau lho ikutan kursus kuenya tapi kelasnya hanya di Malaysia ya………ada kelas online?
Mas Ahmad,
Waw…….kalau mengalami kejadian seperti Mas Ahmad ini…..terasa benar kekuasaan Tuhan yang mampu mengatur hidup manusia dengan memainkan hati kita, sampai “bisa-bisanya” langsung klik dengan orang yang baru saja dikenal, tapi langsung memutuskan dengan orang yang sudah difikir baik atau dah lama dikenal. Tuhan benar-benar maha tahu, kalau kita niatnya baik dan jujur, Insya Allah ketemunya juga yang baik dan jujur.
Selamat ya untuk kalian berdua, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.
20.
ECHA | Oktober 6, 2007 at 8:05 pm
ass…
sebenernya, di bilang masalah… juga nggak juga. tapi, di bilang bukan masalah…
ah, bingung juga bu.
knapa ya slalu gagal menjalin hubungan ma seseorang. kadang saya iri sama temen saya yang bisa nikah di usia muda. saya sih, masi 24 th…tapi, blm juga dapet yang sehati. padahal malah banyak yang ga percaya klo saya nie masi single..!
saya sih mikirnya ke orang tua…saya cuma pengen ngebahagiain ortu. saya tau, ortu saya pengen liat saya bahagia dg nikah sama orang yang tepat utk saya. tapi apa daya, Allah belum mempertemukan saya dg seseorang yang tepat n terbaik buat saya.
saya blm pernah coba looking for ‘the rite man’ by internet… nggak berani…hehe.
tapi skali lagi, saya tetap percaya suatu saat akan datang pangeran berkuda putih yang datang utk membawa saya ke istana nya…seperti dlm impian saya waktu kecil
aduh… jadi curhat kan! ^-^
21.
ECHA | Oktober 6, 2007 at 8:11 pm
tambahan…
apa mungkin iya saya terlalu pemilih??
tapi, kata iklan, klo nggak pinter2 milih, ntar nyesel…
kan buat sekali seumur hidup..
22.
benbego | Oktober 31, 2007 at 1:42 am
Namanya juga misteri. ngga mungkin kan jodohnya dikasih tau. klo dikasih tau, itu mah ngobeyek, alias makcomblang!
salam kenal! From http://pcmavrc.wordpress.com
23.
idrianita | November 15, 2007 at 8:05 pm
Salam kenal juga Ben, berminat dijomblangin?
24.
dhimar | November 20, 2007 at 4:37 pm
Kan tidak harus lewat internet ya Ibu IId, lewat Warnet juga bisa, chating sambil lirik-lirikan, … he he ..
25.
nda | November 22, 2007 at 6:21 pm
ass bu. saya jadi pingin nyoba cari jodoh lewat internet. umur saya sekarang baru 25 tahun, belum masuk umur yang menghawatirkan, tapi ortu n kehidupan sosial yang menghawatirkan saya. saya dosen di universitas mataram NTB, rencananya tahun depan mau melanjutkan studi dan kebetulan saya berdarah ‘biru’. di lombok sendiri menikah umur 30 tahun ke atas bagi wanita buka hal yang biasa. Tapi mudah-mudahan jodoh saya cepat dateng ya bu. thanx. wassalam
26.
nda | November 22, 2007 at 6:25 pm
lam kenal buat echa yang kirim komentar tgl 6 oktober…….kita sama, banyak yang gak percaya kalu kita jomblo, dibilangnya malah milih-milih padahal kasus saya ‘gimana bisa milih, wong yang dipilih juga gak ada….hehehe’.boleh tau alamat email echa???
27.
nda | November 22, 2007 at 6:39 pm
oya lupa bu, kebetulan say juga dosen akuntansi tapi ilmunya masih dikit, dikit bgt….
28.
nda | November 22, 2007 at 6:43 pm
bu, saya baru dapat standar akuntansi rumah sakit yang diterbitkan depkes tahun 1995, apa ada yang lebih baru?
29.
idrianita | November 24, 2007 at 11:43 am
Dhimar,
Anda cowok apa cewek? Saya tebak saja anda kayaknya cowok ya?
Iya……..ga harus diinternet sih, ngelirik teman yang lagi chating di warnet juga OK kok.
Tapi hati2 lho sebenarnya yang lagi chating dengan anda tuh jangan2 memang orang yang ada di warnet yang sama
Duduknya sebelahan lagi, tetapi ternyata cowok juga…..he…he…
30.
idrianita | November 24, 2007 at 11:55 am
Nda,
Commentnya banyak amat nih.
Mau nyari jodoh juga di internet? jaman sekarang tidak usah takut lagi. Ini sebuah media yang dapat dipakai kok. Sayang jika tidak dimanfatkan. Fakta menunjukan makin banyak orang yang ketemu jodoh melalui media ini. Dalam Januari 2008 ini saya punya 2 teman lagi yang akan menikah yang mana mereka ketemu jodoh melalui internet. Tidak perlu takut namun perlu selalu waspada. Tetap perlu proses verikasi berikutnya kalau memang mau jadian. Jangan langsung percaya hanya dari info yang bersangkutan saja. Konfirm pihak ke tiga biasanya tetap lebih valid. (nasehatnya “auditor” banget ya). Memang harus begitu teknik meminimumkan resiko yang mungkin terjadi.
Jika semua prosedur sudah diikuti, terjadi juga yang tidak diinginkan barangkali Tuhan bilang itulah jalan terbaik
Ilmu masih dikit? semangat terus nuntut ilmu sampai ke negeri China. Masih muda toh? belajar terus biar makin tua makin matang. (Bukan berarti saya dah tua dan sudah matang lho ya………Kita sama-sama muda kok…..beda angka puluhan aja kok he…he..)
Standar Akuntansi RS terakhir tahun 2004
31.
martin | November 27, 2007 at 4:11 pm
Ini ada juga tulisan yang membahas kasus serupa: http://nofieiman.com/2007/11/memburu-jodoh-di-internet/
Dipikir2 lucu juga ternyata
32.
nuriman | Desember 6, 2007 at 7:38 am
Salam mbak…jodoh pertemuan di tangan Allah, saya suka bangat menonton mutiara hati..sebabnya ada mbak arini dan nabila…
33.
mugi | Desember 6, 2007 at 7:58 am
saya ingin cari jodoh
34.
idrianita | Desember 12, 2007 at 12:59 pm
Martin,
Salam kenal
Iya …pengalaman ini lucu banget memang. Saya punya beberapa teman yang katanya “sulit jodoh”. Disuruh nyari di internet tadinya katanya takut. Tapi terakhir begitu ada contoh nyata dekat mereka yang memang ketemu jodoh di internet …..dan paradigma mereka mulai berubah…….namanya juga usaha.
Mba Nuriman
Salam kenal.
Mutiara hati tuh di Indosiar ya……..saya lupa. Jarang nongkong depan TV pagi-pagi.
Mugi,
Mau cari jodoh juga………silakan IPO di internet saja……ha…ha..
35.
S. Ahmad | Desember 16, 2007 at 9:08 pm
Trimakasih ya bu, atas doanya utk kami.
Tgl 31 Okt 2007 kemaren, alhamdulillah anak kami (“korban chatting”_hehehe…) telah lahir sehat. Laki-laki 2,8 kg.
Kami memberinya nama: Nuurunnajmi Elfajri, artinya cahya bintang pagi. Kami memberinya nama demikian, salah satu maksudnya ialah agar setiap kali kami memandang anak kami, selayaknya kami memandang cahya bintang kejora, kami akan senantiasa ingat atas segala kemahakuasaan-NYA.
Untuk kesekian kalinya kami mohon doa restu, semoga kelak anak kami menjadi anak cendikia (seperti bu Idrianita), menjadi yang shaleh, berbakti kepada orang tua, serta bermakna bagi masyarakat dan negerinya.
36.
idrianita | Desember 19, 2007 at 4:54 am
Mas Ahmad,
Selamat atas kelahiran putranya buah cinta era teknologi informasi, Nuurunnajmi Elfajri. Namanya indah sekali. Teriring doa buat sekecil semoga sehat selalu menjadi anak sholeh, berbakti dan menjadi anak yang membanggakan bagi kedua orang tuanya.
Kayaknya dulu sering chating menjelang fajar ya? He….he….
37.
deni rizky | Januari 19, 2008 at 8:00 am
sbnarnya aku pengen nyari pasangan tp aq g tau,ada yang mau atau tidak…?¿?
38.
dhimar | Februari 1, 2008 at 7:51 pm
Apa pendapat Ibu tentang poligami .. ? dan tentang sifat laki-laki yang “pemberi” dan perempuan yang “penerima” .. ? so kalau laki-laki over energy sudah semestinya dibagi ..
Terima kasih sebelumnya
39.
ITA | Februari 5, 2008 at 12:55 am
serunya ketemu jodoh lewat internet….apa lagi sampai lintas benua seperti kami. Demi cinta dia menempuh hampir separuh dunia dari Amerika sampai ke Sunter (deket Ancol lho mbak yu) untuk menjemput dan menemui saya….akhirnya kami menikah pada tanggal yang kami sepakati yakni 07/07/07 cerita yang romantis nih buat anak cucu …sekarang si blonde ini sudah jadi suami saya tercinta yang baik, romantis and penuh perhatian….
Untuk yang masih mencari, jangan pernah berhenti untuk bermimpi dan berdoa….kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan jika kita benar-benar menginginkannya, jika kita tak menggapai impian kita…tak seorang pun akan melakukannya untuk kita. Inilah keajaiban dari kekuatan pikiran dan impian saya yang sudah ada sejak 7 tahun lalu…..LAW OF ATTRACTION….kamu adalah apa yang kamu pikirkan….
40.
bundanya elfajri | Maret 11, 2008 at 8:19 am
jodoh itu bisa datang lewat mana saja….
50% usaha dan 50% sisanya adalah takdir…
41.
idrianita | Maret 12, 2008 at 8:00 pm
Deni Riski,
Kamu kasihan amat sih……kalau mau dapet harus pede dong, mind set-nya adalah harus dapat, dan biasanya kalau difikir begitu akhirnya memang dapat.
dhimar,
Pertanyaan berat nih, saya ga mau jawab sebenarnya….karena pasti nanti mengundang diskusi panjang…saya kasih tahu posisi saya saja ya…..saya anti poligami…..he….he….
Mba Ita
It’s very nice story……
Memang kita harus bermimpi dan punya keinginan yang kuat akan apa yang kita mau. Hal ini terbukti lagi kemaren ada 2 teman saya lagi yang tadinya begitu cuek (seperti kurang niat)soal mencari pasangan……baru terhentak saat umur sudah lebih 35 tahun, dan bertekat serius mencari pasangan dengan target harus dapat before 40. Pencarian dimulai sejak 2 tahun lalu lewat internet. rada jatuh bangun memang sampai ketemu yang cocok. Akhirnya pencarian terjawab Desember 07 kemaren baru saja menikah, dan yang satunya baru Maret ini menikah.
Bunda Elfajri,
Setuju…..Tuhan maha tahu dengan rencana manusia dan usaha yang dilakukan
42.
shema | Juli 3, 2008 at 8:45 am
cari jodoh lewat internet??????wah asyik juga tuh. kalo aku pacarannya lewat call call melalui handphone. pernah juga dapat kenalan lewat internet, dari jepang, tapi ternyata dia adalah tetanggaku di Makassar yang pada saat itu lagi magang di negeri Sakura. tapi, walau dibilang tetangga kami belum pernah saling mengenal.
bu, cari in jodoh donk…..aku selalu gagal dalam menjalanni asmara. kemarin aku di tinggal kawinn …uch, kacian deh…
43.
Download Gratis | Agustus 7, 2008 at 4:43 pm
mampir dan download GRATIS di http://gratislah.blogspot.com
44.
dewi | Agustus 17, 2008 at 6:17 pm
berjodoh lewat internet ?? bisa banget…contohnya adalah aku, ketemu dengan suami juga dari internet…bermula putus hubungan dengan pemuda Ukraina di Russia, patah patah banget hati aku waktu itu dan memutuskan untuk berlibur dan menenangkan diri ke turki
browsing di internet cari orang turki yang bisa bantu aku selama disana
ketemulah dengan suami…ketemuan dan kopi darat, awalnya adalah murni teman….tapi siapa sangka akhirnya dia menyatakan perasaannya dan merelakan dirinya melepas semuanya di turki dan pindah keindonesia setelah aku lulus kuliah
)
so…jangan takut cari jodoh di internet…assallllll….musti sedikit hati2, karena banyak juga yang aneh2 di internet
45.
ririnwulandari | Agustus 24, 2008 at 7:17 am
Woo…luar biasa…commentnya…banyak…ini sebagai penanda bahwa dunia maya semakin dekat…dan menjadi alternatif di tengah bejibunnya aktifitas kita…
Yang lebih luar biasa blog ini…salut untuk Bu IId…dan ini kunjungan pertama saya…kunjungan seorang sahabat….
salam
ririnwulandari
46.
cari jodoh gratis | November 17, 2008 at 3:46 am
pengalaman sih ada baik dan ada yang kurang menyenangkan ya kalau kita cari jodoh lewat internet terutama lewat chatting…
47.
nyophy | Desember 27, 2008 at 4:25 pm
rajin-rajinlah anda chatting hehehe….
48.
linda | Januari 29, 2009 at 9:00 am
ada yang tau situs mencari jodoh internasional??