Happy Birthday Abang Raihan
Anakku,
lima tahun pencarian….., penantian yang sepi……,
akhirnya kau datang,
sebuah “titipan” yang maha indah,
hadir di rahim ini.
Anakku,
sembilan bulan bersamamu kemanapun mama pergi,
mama rasakan keajaiban dan kebesaran-Nya
Anakku, apakah kau dengar detak jantung bahagia mama?
mama papa sangat bahagia dengan kahadiran mu.
Anakku,
akhirnya kamu lahir ke dunia ini 8 tahun yang lalu,
tangismu melengkapi rasa syukur ke hadirat yang Ilahi
seiring suara azan yang di bisikkan papa di telingamu,
Ya Rabbi, semoga kami amanah dengan titipan Mu ini.
Anakku,
waktu berlalu…., sang titipan tumbuh besar,
kami sadari sang titipan adalah milik kehidupan,
milik masa depan.
Anakku,
Jangan pernah takut melangkah,
kau akan temukan jalan lurus, berliku, berkerikil bahkan jurang terjal,
itulah sang kehidupan yang akan kau jalani,
jangan pernah mundur anakku,
kami semua sayang kamu,
jadilah seperti apa yang kamu impikan,
capailah masa depanmu dengan percaya diri,
jadilah seorang dengan pendirian yang teguh,
saling menghargai dan sabar,
semoga langkahmu selalu dibawah lindungan Ilahi.
(Selamat Ulang tahun ke 8 Raihan, kami semua Mama, Papa, dan Adek sayang kamu. 2 November 2008)
3 comments November 3, 2008
Happy Birthday Nadya
Lima tahun yang lalu
Sebuah senyum manis dan mungil hadir menghiasi dunia
Tangis dan tawamu riuh mewarnai hari-hari
Perlahan kaki kecilmu melangkah, berlari, dan terjatuh
Jari-jemarimu menggapai-gapai kesana kemari…
Perlahan goresan tanganmu mulai memberi arti….
Kini kau menjelma menjadi seorang putri nan cantik…
Selalu ceria, pelipur lara, meredam duka…
Semoga setiap langkahmu selalu dalam Lindungan-Nya anakku
Di 5 tahun usiamu….teruslah melangkah
Tetaplah bermimpi setinggi langit
Dan kejarlah mimpi-mimpimu…..
Kau akan sampai di dalam sebuah realita
(Happy birthday ke 5 Nadya, Mama, Papa dan Abang sayang kamu.12 September 2008)
2 comments September 18, 2008
Mudik…..Silaturahmi…..
Terakhir kali saya mudik khusus untuk lebaran sejak menikah pada lebaran tahun 1997. Sekarang terasa sudah lama sekali tidak berlebaran di kampung halaman. Waktu itu kami belum punya anak, kami bisa pergi kapan pun kami mau tanpa persiapan dan rencana berarti. Tahun itu jika mudik dengan naik pesawat terasa sangat mahal sekali. Hanya ada Garuda dan Mandala yang terbang ke Padang dengan harga tiket Rp 700.000 – Rp 900.000 untuk satu kali perjalanan ke Padang di hari biasa. Kalau dihitung dengan inflasi 10%, harga tiket ini setara dengan Rp. 1,5 juta sampai Rp. 1,8 juta per orang untuk satu kali perjalanan. Luar biasakan? Alternative lain naik kapal laut dengan jadwal sekali dua minggu, naik bis dengan jadwal yang lebih fleksibel atau membawa mobil sendiri. Membawa mobil sendiri termasuk pilihan menarik saat itu, karena jauh lebih murah terutama jika bepergian lebih dari dua orang, dan suasana perjalanan cukup aman saat. Saat itu saya mudik dengan mobil sendiri berdua dengan suami. Sedikit bermacet ria menjelang naik ferry di pelabuhan Merak. Ada pengalaman tidak terlupakan saat itu, mobil kami kejeblos masuk got di belokan jalan lintas timur daerah Sumatra Selatan. Melihat kejadian itu mobil- mobil pribadi dibelakang kami pada berhenti untuk membantu menarik mobil. Tapi sayang sekali kondisi mobil tidak memungkinkan untuk ditarik karena kedua roda sisi kiri nyangkut di got yang berpondasi beton. Agak panic juga saat itu bagaimana cara keluarnya. Tidak lama kemudian lewat sebuah bis penuh penumpang dari arah berlawanan dan segera menepi. Penumpang laki-laki serentak turun dan segera membantu “mengangkat” mobil kami rame-rame. Alhamdulillah berhasil. Begitu besarnya solidaritas sesama pemudik dalam perjalanan di suasana lebaran tersebut, hanya dengan ucapan terimakasih merekapun pergi. Mereka tidak mau terima uang atas bantuan tersebut. Syukur mobil tidak terjadi apa-apa dan perjalanan bisa dilanjutkan. Setelah masuk Sumatra Barat kami sempat melewati daerah longsor, hujan dan di waktu malam pula.
Itulah saat-saat terakhir saya merasakan eforia mudik lebaran. memang sebuah tradisi tersendiri . Orang-orang bilang, “ kalian edan jalan jauh begitu berani amat jalan hanya berdua saja. Ya……begitulah adanya. Saya jadi bisa berempati terhadap mereka yang mudik dengan bis atau kereta yang tidak kebagian tempat duduk, atau mudik naik motor dengan jarak yang sangat jauh membonceng 2 anak dan ibunya plus barang bawaan yang tidak sedikit. Luar biasa perjuangannya. Bayangan betapa gembiranya bertemu sanak saudara, bersilaturahmi, sambung rasa seolah akan re-charge energi lagi saat balik ke Jakarta. (lagi…)
Add comment September 18, 2008
Image Management VS Earnings Management
Dalam persepsi saya image management adalah upaya yang dilakukan seseorang dalam membangun dan mengembangkan citra (image) diri sehingga dapat beradaptasi dengan lingkungan sosialnya dan pada akhirnya akan membantu yang bersangkutan meraih kesuksesan. Kemudian saat ini kita sering mendengar istilah ja-im (jaga image) yang konotasinya sedikit agak rancu. Ja-im bisa berkonotasi negatif atau positif. Barang kali ja-im positif dapat disetarakan dengan image management.
Jaim (ja-im) menurut Wikipedia adalah singkatan dari kata jaga-image yang merupakan suatu perilaku untuk menyembunyikan sikap yang sebenarnya dengan mengharapkan orang lain menganggap subjek sebagai seseorang yang memiliki kepribadian yang tenang, dan berwibawa. Jaim seringkali bukan merupakan perilaku yang sebenarnya, dalam arti yang positif jaim lebih dimaksudkan pada sikap untuk menjaga perilaku agar tetap tenang dalam menghadapi situasi yang sulit. Jaim tidak termasuk sebagai salah satu kosa kata Bahasa Indonesia. Namun penggunaannya menjadi semakin umum digunakan dalam pergaulan. Boleh tepatnya sebagai bahasa ”gaul”. (lagi…)
2 comments September 18, 2008
Pelatihan Pra Purna Bhakti PT.Medco E&P Indonesia
Untuk pertama kali saya punya kesempatan terlibat sebagai trainer pada People Performance Consulting (PPC). Kali ini dalam “Pelatihan Pra Purna Bhakti PT.Medco E&P Indonesia” di adakan di Bali 12-16 Mei 2008, di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta Bali. Pelatihan ini diberikan pada pegawai PT Medco E&P Indonesia yang berada dalam masa persiapan pensiun.
Rangkaian topik yang diberikan cukup menarik mulai dari, persiapan psikologis menghadapi masa pensiun, masalah kesehatan, membuat program / perencanaan keuangan masa pensiun, kiat-kiat entrepreneurship, sharing dari pelaku bisnis para pensiunan yang sukses di bidangnya serta kunjungan ke bisnis-bisnis yang dilakukan oleh para pensiunan yang berlokasi di Bali.
Seperti biasanya saya sering kebagian topik terkait dengan urusan keuangan. Kali ini membuat program/perencanaan keuangan pada masa pensiun. Training saya awali dengan sedikit latar belakang teori Robert Kiyosaki tentang 4 kuadran posisi seseorang dalam memperoleh penghasilan, sekilas membaca dan memahami catatan keuangan rumah tangga, dan selanjutnya bagaimana memperkirakan serta menghitung kebutuhan biaya selama masa pensiun, kiat-kiat pengadaan dana, serta menyiasati kekurangannya. Terakhir tentang pengenalan beberapa produk investasi yang dapat dipilih dalam mempersiapkan dana pensiun atau menyimpan dana pensiun. (lagi…)
5 comments Mei 16, 2008
Bagaimana Pola Investasi Anda?
Kemana sebagian besar anda menyimpan uang anda? Saya rasa sudah pasti sebagian besar menyimpannya dalam tabungan di bank dan kalau dirasa dana sedikit berlebih biasanya pindahkan ke bentuk simpanan lain. Saya pribadi termasuk orang yang berfikir jika dana berlebih<span maka deposito adalah prioritas bentuk pengalihan berikutnya, setelah itu barangkali ke bentuk investasi lain seperti beli emas sebagaimana pesan ibu dan nenek kita, yang dijual saat kepepet perlu uang. Bagi yang punya keberanian barangkali ada yang sudah mencoba sebagian porsi tertentu untuk invest di saham atau obligasi. Tetapi tipikal seperti saya merasa tentunya reksadana lebih aman ketimbang berinvestasi saham secara langsung. Barangkali diantara kita banyak yang sudah faham tentang reksa dana dan cukup tertarik hanya saja mungkin beberapa alasan misalnya merasa belum ada dana yang bisa dialokasikan di bentuk investasi tersebut, atau sebenarnya dana anda banyak tetapi merasa aman untuk menyimpannya dalam bentuk tabungan atau deposito saja, karena ada yang direncanakan dalam jangka pendek ( kurang dari setahun kedepan). Tentu saja ini tergantung profil resiko kita masing-masing, keterbatasan masing-masing namun tentunya jangan sampai keterbatasan pengetahuan yang membuat kita berada pada pilihan yang terbatas sehingga tidak mendapatkan hasil yang optimal. Jika dana memungkinkan investasi di property tentunya tidak kalah menarik.
Berikut beberapa hal yang saya rasakan seputar mengelola dana saya: (lagi…)
4 comments April 14, 2008
Apakah Perempuan Sebaiknya Bisa Memasak??
Jika pertanyaan ini diberikan kepada lelaki yang sedang mencari calon istri, kira-kira jawaban apa ya? Mungkin kata bisa harus disepakati terlebih dahulu. Bisa yang saya maksud disini adalah kemampuan untuk memasak level standar keperluan sehari-hari dalam keluarga dirumah, untuk diri sendiri, untuk suami atau untuk anak-anak atau jika sedikit diatas itu adalah jika sesekali dapat menyediakan makanan untuk keperluan keluarga lain misalnya jika ada tamu ibu/bapak kandung atau ibu/bapak mertua atau saudara kandung /ipar sekitar 4 sampai 6 orang. Kira-kira apa jawaban kaum lelaki ya? a) Ya, harus bisa tidak boleh ditawar lagi, b) tidak harus bisa, kan banyak yang jualan makanan c) Saat akan menikah tidak harus bisa, tetapi harus belajar agar segera bisa. Apapun jawabannya pastilah ada alasan untuk masing-masing jawabannya. Bahkan barangkali ada juga yang berpendapat untuk bisa memasak tidak harus karena alasan harapan para lelaki/suami. Wanita toh boleh memilih dong. (lagi…)
4 comments April 14, 2008
Balanced Scorecard
Konsep BSC ditemukan oleh Kaplan dan Norton pada tahun 1992, yang dilatar belakangi oleh pemikiran bahwa kualitas strategi organisasi sangat menentukan keberhasilan organisasi. Strategi organisasi yang berkualitas dalam hal ini adalah strategi yang dapat dieksekusi. Survey Kaplan dan Norton pada perusahaan di Amerika menunjukan bahwa hanya 10% dari perusahaan di AS yang dapat mengeksekusi rencana dengan baik. Ada beberapa hambatan menyebabkan tidak tercapainya sasaran strategi diantaranya rendahnya pemahaman karyawan akan strategi karena kurang sosialisasi (sistem insentif yang tidak memotivasi (people barier), kurangnya waktu yang dicurahkan manajemen untuk membicarakan masalah strategi (management barier), dan tidak terkaitnya alokasi anggaran dengan strategi yang sudah dibuat. (lagi…)
22 comments April 14, 2008






